
Kebonrejo adalah sebuah desa, bagian dari kecamatan Temon kabupaten Kulon Progo. Kabupaten Kulon Progo salah satu kabupaten di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terletak di bagian paling barat DIY. Secara geografis terletak antara 7o38'42" - 7o59'3" Lintang Selatan dan 110o1'37" - 110o16'26" Bujur Timur.
Kebonrejo, dalam bahasa jawa berasal dari kata "kebon" yang artinya ladang/tanah, dan "rejo" yang artinya subur. Segala tanaman yang ditanam ditanah kebonrejo biasanya akan hidup subur. Hingga saat ini di kebonrejo terlihat tanam- tanaman yang subur seperti tanaman pisang, kelapa, padi dll. Bahkan dimusim kemaraupun masih banyak masyarakat kebonrejo yang aktif menanam tanaman produktif dimusim kemarau diantaranya semangka, melon, cabai, bawang merah dll.
Kebonrejo berada disebelah selatan perbukitan menoreh (daerah kokap). Dalam kisah pewayangan dikatakan/diibaratkan "ngajengaken samudro ngungkuraken redi" yang artinya didepannya (sebelah selatan) adalah samudra dibelakangnya pegunungan. Merupakan daerah lembah sehingga tidak kekurangan air sepanjang tahun. Disebelah timurnya adalah desa Temon Kulon dan disebelah baratnya adalah desa Karang Wuluh.
Temon adalah nama kecamatan, berasal dari bahasa jawa "temon" yang artinya temu. Dulu tempat bertemunya dua pejabat penting ditempat ini.
Sedangkan Kulon Progo, dalam bahasa Jawa berarti sebelah barat Sungai Progo, wilayahnya terletak di sebelah barat Sungai Progo. Sungai Progo menjadi batas dan memisahkan wilayah Kulon Progo dengan Kabupaten Sleman dan bantul di sebelah timur. Di sebelah utara Kulon Progo berbatasan dengan Kabupaten Magelang Propinsi Jawa Tengah, di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Purworejo Propinsi Jawa Tengah, sedangkan di sebelah selatan Kabupaten kulon Progo berhadapan dengan Samudra Indonesia.
Kabupaten Kulon Progo dengan luas wilayah 586,28 km2 secara administratif terdiri dari 12 kecamatan, 88 desa dan 930 dusun. Secara fisiografis Kulon Progo terdiri dari dataran pantai di bagian selatan, di bagian tengah dan timur berupa topografi bergelombang sampai berbukit, dan di bagian barat serta utara berupa perbukitan-pegunungan. Rangkaian perbukitan-pegunungan di bagian barat dan utara Kulon Progo ini dikenal sebagai perbukitan Menoreh.
Berdasarkan regristrasi penduduk tahun 2004 (sampai dengan akhir Juli 2004) jumlah penduduk sebanyak 453.019 jiwa terdiri 221.335 jiwa laki-laki dan 231.684 jiwa perempuan.
Kegiatan ekonomi di Kulon Progo yang tercermin pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), yang memiliki kontribusi tertinggi adalah pertanian, kemudian jasa-jasa, perdagangan;hotel;restoran dengan kontribusi terhadap PDRB pada tahun 2003 berturut-turut adalah 38,20%, 19,78% dan 13,24.
PDRB Kabupaten Kulon Progo tahun 2003 atas dasar harga berlaku sebesar 1,645 trilyun rupiah, sedangkan atas dasar harga konstan atas dasar tahun 2000 PDRB Kabupaten Kulon Progo tahun 2003 sebesar 1,338 trilyun rupiah. Pada tahun 2004 PDRB atas dasar harga berlaku sebesar 1,835 trilyun rupiah, sedangkan atas dasar harga konstan atas dasar tahun tahun 2000 PDRB Kulon Progo sebesar 1,399 trilyun rupiah. PDRB perkapita atas dasar harga berlaku pada tahun 2002 sebesar Rp. 3.468.011 dan tahun 2003 meningkat menjadi Rp. 4.46.153,- serta tahun 2004 menjadi Rp. 4.884.013,-.
Dengan berbgai kebijakan dan program yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, pertumbuhan ekonomi selama kurun waktu tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 menunjukkan adanya kenaikan yang menggembirakan
Secara geografis lokasi Kulon Progo terletak pada jalur tranportasi Jawa selatan. Wilayah Kulon Progo terhubung dengan kota-kota di Jawa oleh jaringan transportasi darat, termasuk jalur kereta api. Jalur selatan Jawa ini memiliki prospek baik untuk berkembang. Prospek ini juga didukung oleh kekayaan sumberdaya wilayah di bidang pertanian, peternakan, perikanan-kelautan, wisata, pertambangan.
Dengan berbgai kebijakan dan program yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, pertumbuhan ekonomi selama kurun waktu tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 menunjukkan adanya kenaikan yang menggembirakan
Secara geografis lokasi Kulon Progo terletak pada jalur tranportasi Jawa selatan. Wilayah Kulon Progo terhubung dengan kota-kota di Jawa oleh jaringan transportasi darat, termasuk jalur kereta api. Jalur selatan Jawa ini memiliki prospek baik untuk berkembang. Prospek ini juga didukung oleh kekayaan sumberdaya wilayah di bidang pertanian, peternakan, perikanan-kelautan, wisata, pertambangan.
Kawasan perbukitan Kulon Progo dengan pemandangan yang elok menyimpan kekayaan di bidang pertanian, perkebunan dan pariwisata. Sementara kawasan selatan dan pesisir menyediakan potensi kelautan dan perikanan serta pariwisata. Berbagai produk industri kecil dan kerajinan tangan dapat ditemukan hampir di seluruh Kulon Progo. Produk kerajinan Kulon Progo seperti berbagai anyaman serat, wayang golek, makanan tradisional telah tersebar ke berbagai daerah dan ke luar negeri.
Untuk menggarap potensi dan memajukan wilayahnya Pemerintah Kabupaten Kulon Progo memiliki komitmen yang ditunjukkan antara lain: pelayanan administrasi cepat dan mudah, dukungan prasarana dasar tersebar di seluruh wilayah. Semua itu didukung oleh kondisi wilayah yang aman dengan masyarakat yang aman, guyub.
Dikirim Oleh :
Ahmad Jazim
Halim Jakarta Timur