JOYOWIYONO

Joyowiyono, nama yang diberikan oleh orangtuanya. Nama kecilnya 'pair". Diusianya yang saat ini telah memasuki kepala 9, tahir tahun 1922 harus meninggalkan kampung halamannya untuk menikmati hari tuanya. Mbah joyo beserta istri tercintanya harus ikut anak ke daerah lain. Kebonrejo yg dicintainya, tempat lahir dan tempat untuk membesarkan kedua anaknya sudah tidak dapat lagi ditinggalinya sebagai tempat berteduh karena faktor usia dan kesehatannya. Istri tercintanya karena kesehatannya juga sudah tidak dapat merawatnya seperti dulu. Mbah joyo yg rumahnya joglo bergandeng limasan dan dapur model kampung dengan nuansa rumah jawa asli tempo dulu kini tinggal kenangan. Ketiga rumahnya itu kini kosong tak ada yang menempati. Anaknya yang sulung nan jauh dirantau mencari nafkah. Sesekali terbayang kampung halamannya namun apa daya ia harus tinggal bersama anaknya yang bungsu. Ada sesuatu yang hebat dari mbah joyo. Sekalipun mbah joyo tidak bisa berbahasa indonesia dan menulis, tetapi berusaha menyekolahkan kedua anaknya hingga perguruan tinggi. Semoga mbah joyo beserta istri dan keluarganya senantiasa sehat walaupun kini telah dirantau.